Berkebun dan menanam bunga merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Namun, sebelum memulai aktivitas seru ini, hal penting yang harus dipertimbangkan adalah pemilihan pot. Sebagai wadah tumbuh sekaligus berkembangnya tanaman, pot tentu harus berkualitas. Dari sekian banyak jenis di pasaran, pot bunga plastik kerap menjadi andalan.

Selain karena harganya yang relatif terjangkau, pot plastik juga menawarkan bobot ringan, hingga ragam bentuk serta ukuran. Kendati demikian, penggunaannya bukan tanpa kekurangan. Salah satu masalah yang sering muncul pada wadah ini adalah resiko pembusukan akar lebih cepat.
Cermat Memilih Pot Bunga Plastik agar Akar Selalu Sehat
Meskipun praktis dan ekonomis, pot bahan plastik memiliki karakteristik yang dapat memicu masalah kesehatan tanaman, khususnya di bagian akar.
Plastik merupakan bahan yang tidak menyerap air dan panas. Berbeda dengan pot tanah liat atau keramik yang memiliki pori-pori alami. Hal tersebut menyebabkan kelembaban di dalam media tanam terperangkap terlalu lama.
Kelembaban memang baik untuk tanaman tertentu. Hanya saja bisa menjadi bumerang bagi tanaman yang membutuhkan media kering.
Selain itu, banyak pot standar hanya memiliki satu atau dua lubang kecil di bagian bawah. Ini membuat air sulit keluar secara optimal. Terutama saat penyiraman berlebihan atau ketika masuk musim hujan.
Kondisinya bisa semakin parah ketika kurangnya sirkulasi udara. Bagaimana tidak, tanpa lubang udara tambahan, oksigen sulit menjangkau akar tanaman. Padahal akar membutuhkan oksigen untuk tetap sehat serta menjalankan fungsinya.
Oleh karena itu, penting bagi pecinta tanaman untuk lebih cermat dalam memilih pot bunga plastik. Salah satunya dengan mempertimbangkan produk yang punya sistem drainase ekstra.
Sistem Drainase di Pot Plastik
Bagi yang belum tahu, drainase adalah proses pengaliran kelebihan air dari media tanam agar tidak tergenang di dalam pot. Fungsinya sangat vital guna mencegah akar mengalami overwatering. Hal yang kerap mengakibatkan busuk akar, pertumbuhan jamur, bahkan kematian bunga. Sistem drainase yang baik pada pot plastik umumnya mencakup:
- Jumlah lubang yang idealnya terdapat minimal 4–6. Dapat berbeda-beda tergantung pada ukuran. Misalnya, pot berdiameter besar tentu memerlukan lubang drainase yang lebih banyak.
- Ukuran lubang sebaiknya berdiameter sekitar 0,5–1 cm agar air bisa mengalir lancar. Tentunya tetap cukup kecil untuk mencegah media tanam keluar.
- Sementara peletakan lubang tidak hanya di dasar pot. Melainkan bisa ditambahkan di sisi-sisi bawah untuk mempercepat aliran air sekaligus meningkatkan sirkulasi udara.
Teliti Saat Membeli Produk
Dengan banyaknya pilihan baik di toko online maupun offline, konsumen tentu wajib cermat sebelum membeli pot bunga plastik. Jangan hanya fokus pada ukuran, bentuk atau warna yang menarik. Tetapi pahami juga sistem drainase yang ada supaya lebih mudah menyesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Sebagai contoh, salah satu produk yang dirancang dengan sistem drainase ekstra adalah Workplant Pot Yogap.
Berdasarkan review di YouTube @NafisaNurser, pot bunga plastik ini memiliki ukuran, warna dan bentuk yang beragam. Materialnya tebal dirancang khusus untuk tanaman hias dalam maupun luar ruangan. 6 lubang drainase di bagian dasar berukuran 0,8 cm yang memaksimalkan aliran air keluar dari media tanam. Sementara untuk tambahan 4 lubang kecil di sisi bawah pot, memberikan sirkulasi udara yang optimal. Hasilnya akar tetap mendapatkan oksigen yang cukup. Beberapa pengguna memanfaatkannya untuk menanam philodendron, alokasia dan monstera dengan intensitas penyiraman 2-3 kali seminggu di cuaca terik.
Secara keseluruhan, bunga tumbuh subur dan indah tentu dimulai dari akar yang sehat. Sementara kesehatan akar sangat bergantung pada perawatan tanaman sekaligus pemilihan pot yang cerdas. Jadi, jika ingin menggunakan pot bunga plastik, upayakan teliti kualitas dan drainasenya saat membeli.